Jangan membuatnya berbeda

Di dalam keluarga, tentu tidak sepenuhnya terjadi kesamaan di antara anggota keluarganya baik itu fisik, kemampuan, sifat dan sebagainya. Bahkan, cenderung terlihat perbedaan yang mencolok. Bahkan, anak kembar sekalipun belum tentu memiliki persamaan wajah dan sifat.

Sampai datanglah hari dimana ada yang berkomentar: “Kok beda ya sama kakaknya? Adiknya lebih hitam kayak bapaknya”. Makjleb! Ibu atau bapaknya yang mendengar itu mungkin biasa saja. Bahkan bisa jadi senang karena berarti ada yang mirip dengan salah satunya. Nah kalau yang dibanding-bandingkan ini bagaimana? Apakah terfikir sebelum menyampaikan?

Belum lagi kalau lagi kumpul keluarga, yang dipuji-puji yang paling cantik/ganteng atau yang memiliki kelebihan dari saudaranya yang lain. Ok, memuji tidak ada masalah. Tapi, please mungkin lebih baik ada porsinya dan tahu tempatnya. Saking seringnya dibandingkan, meskipun itu anak kecil, lama kelamaan pasti akan membekas diingatan. Dan jadinya berefek minder, tidak mau kumpul keluarga lagi, dan lebih sering menyendiri.

So, dipikirkan lagi ya sebelum berucap yang menurut diri sendiri itu benar dan tidak ada masalah.

#Day25

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *