Hidup saya memang banyak dibantu. Terlebih oleh ibu. Jadi, begitu saya melahirkan, baik itu anak ke 1-2, ibu lah yang sangat berjasa. Bagaimana tidak, ibu rela meninggalkan bapak di rumah hanya dengan adik laki-laki saya selama berbulan-bulan demi membantu aktifitas saya yang belum fit pasca operasi sesar (orang tua saya ada di pulau Sulawesi, jadi begitu ibu ke Jawa tentu akan berkunjung dalam waktu lama). Ibu harus naik turun tangga mencuci pakaian kami (ibu tidak mau loundry, kecuali bahan yang berat), memasak, membantu menenangkan si bayi, dan banyak hal yang telah ibu lakukan.
Makanya, saya memutuskan untuk berhenti bekerja ketika tepat 3 bulan Naura lahir. Menurut ibu sayang. Karena susah payah saya mendapatkan posisi sebagai karyawan tetap. Bahkan ibu rela merawat cucu-cucunya. Ibu mau merawatnya di Sulawesi. Tapi, itu bukan solusi. Karena bukan waktunya lagi ibu dipusingkan dengan urusan anak kecil yang sungguh sebenarnya menurut saya jauh lebih melelahkan dibandingkan membersihkan rumah. Diusia tua ibu adalah waktunya beribadah dengan lebih baik, menikmati hidup bersama bapak, dan hal-hal yang tentunya tidak mengganggu kesehatannya.
Terfikir juga menggunakan jasa baby sitter. Tapi, ah…sudahlah. Tak akan membuat kami memiliki uang semakin banyak. Justru malah menambah pengeluaran. Jadi, keputusan saya untuk berhenti bekerja adalah tepat. Karena, saya yakin Allah pasti membukakan pintu rejeki yang lain, meskipun ada 1 pintu yang tertutup.
Saya tidak ingin melewatkan tumbuh kembang Naurania (naura dan rania), saya ingin nama saya (ibu) yang dipanggil pertama kali (kenyataannya anak-anak lebih fasih memanggil ayah dari pada ibu lebih dulu 😂), memberikan ilmu yang terbaik, dan banyak hal lainnya yang tentunya tidak didapatkan ketika dia dijaga oleh misalnya baby sitter atau lingkungan day care mungkin.
Betah memangnya di rumah terus?
Ya betah lah kan di rumah sendiri. Ditambah ada bidadari-bidadari cantik yang semakin menambah suasana rumah semakin hidup. Masa iya ngga betah hanya karena banyak tugas di rumah. Namanya juga ibu rumah tangga. Jika merasa kewalahan, mungkin bisa menggunakan jasa ART. Tapi, alhamdulillah saya tidak. Dulu pernah sih, tapi hanya bertahan kurang lebih 11 bulan. Saya memutuskan menggunakan jasanya setelah Rania lahir. Ditambah ibu harus kembali ke Sulawesi. Jadi, saya pasti direpotkan mengurus Naura yang sedang aktif dan Rania yang lebih sering digendong.
Tidak ada masalah jika seorang ibu tetap memutuskan untuk bekerja setelah memiliki buah hati. Itu pilihan. Dan tentu ada konsekuensinya. Begitupun saya. Konsekuensinya, saya ya ngga bisa haha-hihi ketemu teman-teman, ngga dapat gaji, dan hal lain tentunya. Tapi, semuanya tetap saya bawa happy dan saya nikmati. Yang saya ingat adalah, anak-anak lebih membutuhkan saya dibandingkan perusahaan itu.
#Day24