Liburan kali ini adalah liburan kita berempat untuk yang kesekian kalinya. Rencana awal adalah ke Jogja. Tapi, karena paksu meskipun dalam kondisi libur tetap dikejar-kejar pekerjaan jadi rute pun dialihkan. Akhirnya kita berlibur ke Taman Safariiiii… Liburannya all in one. Karena, bisa menginap di rumah mbah uti-nya Naurania (Naura dan Rania) di Bogor, sekaligus mengajak mbah ke zoo juga.
Perjalanan di mulai kurang lebih pukul 06:30. Segala perbekalan dipastikan tidak ada yang tertinggal. Meskipun hari diguyur hujan, tapi niat dan semangat kami tidak mengendur. Karena air di Bogor aslinya dingin, dan ditambah cuaca hujan makanya airnya tambah dingin. Alhasil membuat saya dan anak-anak tidak mandi. Hihihihi… Hal ini menjadi alternatif juga untuk menghemat waktu. Jadi cepat berangkat.
Jadi tips juga nih parents kalau bepergian jauh jika membawa anak-anak. Antisipasi jika macet panjang sementara anak-anak sudah dilanda laparrrrr, maka harus membawa nasi beserta lauknya, cemilan, dan air minum. Meskipun perbekalan tidak dihabiskan, setidaknya ‘senjata’ sudah siap sedia. Daripada kelimpungan karena susah mendapatkan restoran yang cepat saji. Kasihan kan kalau sampai anak-anak nangis. Belum lagi kalau nanti harganya lebih mahal.
Alhamdulillah, perjalanan kita hanya terhambat sesaat begitu masuk jalur tol puncak. Selebihnya lancar, karena bertepatan dengan pembukaan jalur 1 arah ke puncak. Nah, berarti memang keputusan yang tepat kan kalau pergi ke tempat wisata supaya tidak terkena macet harus berangkat jauh lebih awal.
Sekitar pukul 08:02 mobil yang kita naiki sampai di pintu gerbang Taman Safari. Masyaallah dinginnya cuaca kala itu. Mungkin juga efek hujan. Yang aslinya memang dingin jadi tambah dingin. Untuk mencapai zoo, banyak jalanan mendaki yang harus dilalui. Bahkan tak jarang yang jalurnya super mepet. Jadi harus pintar-pintar berbagi antara jalur kanan dan kiri.
Sampai di pintu gerbang, pintu belum dibuka. Karena baru dibuka pukul 08:30. Itupun antrian sudah mengular. For more info nih, bahwa tiket masuknya berbeda untuk safari malam dan siang. Weekday dan weekend pun berbeda harganya. Liburan desember ini, kami harus membayar tiket weekday. Untuk anak di atas 5y seharga 230.000 dan di bawah 5y seharga 210.000, dan kendaraan mobil 20.000. Jadi, untuk usia mulai 5y ke atas harganya sama seperti orang dewasa.
Dannnn, safari journey pun dimulaiiii….
Karena pengunjungnya padat jadi perjalanan tersendat. Setiap jarak beberapa meter terdapat papan peringatan agar pengunjung tidak turun dari mobil. Bahkan untuk binatang tertentu, seperti singa, harimau dan binatang buas lainnya, kendaraan harus tetap jalan. Hanya saja peringatan itu seperti angin lalu. Tetap saja ada yang berhenti sekedar untuk foto. Bahkan yang membuat saya heran adalah, ada mobil yang berhenti cukup lama di zona singa dan binatang buas lainnya. Entah foto gaya apa yang mereka abadikan. Atau apakah sudah mati rasa takutnya? Setiap gerakan singa yang saya lihat sekalipun itu kecil langsung membuat saya memaksa suami agar melaju cepat. Biar saja tak memandangnya lama, yang terpenting keluarga saya selamat dalam berwisata dan tidak merugikan orang lain.
Peringatan lainnya adalah agar jangan memberi makan binatang sembarangan. Karena belum tentu binatang yang diberi makanan mau memakannya. Kan sayang dibuang-buang. Jadi kotor, bahkan terlihat berserakan di jalan. Untuk mendapatkan makanan (kebanyakan yang diberikan pengunjung adalah wortel) sangat mudah. Di sepanjang jalan (setelah pertigaan utama) menuju gerbang zoo banyak yang menjual wortel. Terlihat masih segar.
Ketika pengunjung memberikan makanan secara terus menerus (kebanyakan rusa dan sejenisnya) , maka teman-temannya yang lain pun akan turut berdatangan. Sementara, kendaraan banyak yang antre di belakang. Jadi, macet deh. Akan sangat berbahaya jika kondisi tersebut terjadi saat jalanan menanjak atau menurun tajam. Ditambah licin karena usai hujan.
Ada sensasi yang mendebarkan lainnya yang membuat saya ingin meneriaki mobil pengunjung yang jaraknya 3 mobil di depan kami. Bagaimana tidak, suami saya harus menahan rem dan sampai remnya mengeluarkan bunyi (mobil kami manual) hanya karena menunggu giliran lewat. Sementara yang kami tunggu sedang asik memberi makan kuda nil dengan cara mengeluarkan setengah tubuh anaknya dari mobil. Cukup lama. Kondisinya kuda nil itu berada di genangan air tepat di pinggir jalan yang airnya mengalir sampai di jalanan. Entah apa maksud dari pengelola. Mungkin agar pengunjung merasakan sensasi berbeda dari jalanan yang biasa. Dan kondisi jalan yang dialiri air pun terdapat kurang lebih 3 titik. Jadi, jika aliran airnya dalam, sementara kendaraan yang digunakan adalah sedan maka harus berhati-hati. Sebisa mungkin harus mengambil jarak jauh dari pengendara lain di depannya agar ketika melewati air mobil tetap melaju tanpa berhenti di tengah genangan. Sehingga mobil tidak mogok.
Entah ada berapa jumlah pastinya binatang yang ada di Taman Safari. Mengabadikannya pun hanya sebagian. Bahkan tidak ada setengahnya. Karena, saya dan suami terlalu fokus merekamnya dalam ingatan. Terlebih untuk anak-anak. Biarkan mereka belajar mengingat. Ketika mobil dihampiri binatang, kaca mobil dijilat-jilat, dan yang lainnya.
Selesai berkeliling, sampailah kita di zona wisata permainan, dan atraksi binatang lainnya. Seperti lumba-lumba, gajah, penguin, dll. Eits, di puncak sana ada keluarga baru, lho. Adalah si panda. Untuk sampai di atas sana, ada bis yang di sediakan. Bisnya cukup luas dan nyaman. 1 baris bisa diisi sekitar 5 orang. Medannya cukup curam. Pantas saja mobil pribadi tidak boleh ke atas. Jadi, mobil dapat di pakir di dekat terminal bis. Ini adalah pengalaman pertama anak-anak naik bis. Alhamdulillah mereka menikmatinya.
Cuaca masih berkabut. Sampai di atas tidak banyak pemandangan yang bisa dinikmati. Jadi, jika ingin ke atas selain untuk melihat panda, maka perlu diperhatikan kondisi cuacanya. Apakah masih berkabut atau tidak. Karena saya dan suami tidak terlalu memaksakan keadaan, jadi sebisa mungkin tetap dibuat nyaman dan menikmati. Mengingat ada anak-anak di antara kami. Begitu pun ketika kami harus pulang sementara belum banyak atraksi yang di lihat. Hal ini karena anak-anak sudah tidur dan ingin segera berenang. Jadi, mau bagaimana pun saya dan suami harus meluruhkan keinginan kami yang sebenarnya ingin naik kereta, melihat atraksi hewan dan lain-lain.
Hehehehe… Sekitar pukul 12:00 kami pun pulang menuju penginapan. Ngga lama kan ke zoonya. Yang terpenting anak-anak sudah mengenalnya. Dan dilain kesempatan insya allah bisa berkunjung lagi. Demikian cerita liburan kami.
Selamat berlibur 😘😘😘