Rindu


Yang saya ingat, terakhir kali ke bioskop dan nonton secara khusuk adalah sebelum melahirkan anak pertama. Sekitar tahun 2013. Setelah melahirkan anak ke 2, yaitu tahun 2017 pernah memulai untuk nonton lagi ke bioskop. Film yang ditonton adalah despicable me (semoga benar ya tulisannya 😂) yang ke 3. Berharap bisa menikmati film sampai tuntas. Tapi, semuanya jauh dari harapan.


Ngga bisa juga mengandalkan suguhan ASI ketika si adik rewel. Yang terjadi malah nggak tenang si anak. Padahal posisi duduk sudah mendukung. Rania syok karena suara menggelegar yang bisa secara tiba-tiba memompa detak jantung, dan ditambah gelapnya ruangan. Popcorn dan snack lainnya sudah seperti angin lalu. Dan jalan satu-satunya adalah keluar. Sementara suami tetap berada di dalam bersama Naura.


Bukan salah anak. Tapi, saya dan suami yang terlalu memaksa. Memang belum waktunya untuk anak-anak saya menikmati bioskop. Meskipun pada awalnya saya manaruh iri pada mereka yang bisa mengajak anak-anaknya nonton ke bioskop tanpa ada drama rewel.
What? Anak-anak? Berarti Naura juga? Iya. Ternyata begitu keluar dari studio, suami cerita bahwa Naura ngga tenang nontonnya. Gelisah menanyakan keberadaan saya dan adiknya. Seperti perangko dan lem yang kemana-mana harus bersama.


Ketika kebanyakan orang unjuk gigi di media sosial setelah selesai nonton film seru di bioskop, apalah saya yang hanya bisa manahan rindu untuk kesana. Apalah saya yang hanya bisa menunggu tayang perdana di TV. Paling kalau nggak moment lebaran ya tahun baru 😂😂.


Tapi, toh hiburan tidak hanya ada di bioskop. Yang terpenting untuk saat ini adalah keinginan ternyaman Naurania (naura dan rania). Dimana? Adalah playground. Ya, sekalipun itu hanya prosotan kecil dan sempit, mereka girang banget, lho. Mondar-mandir, lari-larian, dan rebutan karena ingin selalu lebih dulu.

Kalau ke mall dan melihat ada tempat bermain, selalu ada rayuan agar kami mau diajak mampir. Begitu lagi dan begitu lagi. Tapi, suatu saat nanti pasti akan ada rindu ketika mereka dewasa dan kami melintas di tempat Bermain itu.


Wahai ibu-ibu, kalau ternyata punya problem sama seperti saya, sudahlah ngga usah maksa untuk sekedar nonton. Kalau maksain dan anak kejer dalam bioskop, masih untuk ngga ditimpukin popcorn sama penonton yang lain. Jadi mendingan duduk anteng di rumah dan nonton upin-ipin. Anaknya kenapa ngga dititipin? Nah, kalau seperti itu egois ngga sih? Apalagi kalau anaknya maunya sama orangtuanya terus. Masa iya sih bela-belain sampai pergi ngumpet-ngumpet.


Tentu itu bagi saya bukan sebuah alternatif atau jalan keluar. Lebih baik saya ngga uptodate film di bioskop, daripada nambah dosa.


Duh…, rindu rindu 😂😂😂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *