Bijak menawar

Hayooo siapa disini yang kalau belanja sering nawar? Belanja di pasar nawar, di warung nawar, bahkan di mall nawar. Padahal sudah jelas ada bandrolnya, tapi masih nekat nawar. Ngga tahu atau pura-pura ngga tahu? Hehehe…

kalau aksi nawarnya gagal jadinya ngedumel ngga mau beli lagi lantaran harganya mahal. Padahal, beli baju online harga 200 ribu begitu bangganya dan sampai pamer di sosmed. Eh, giliran beli mie ayam harga 15 ribu ngedumel ngga karuan.

Sebenarnya boleh-boleh saja nawar harga. Bahkan, suami saya sebagai konsultan iklan pun sebisa mungkin menawar harga paket station yang diajukan sebelum pada akhirnya keluar kata sepakat atau akhir revisi dari sebuah pengajuan paket. Tapi, masih dalam batas wajar.

Tapi, bukan berarti suami saya kalau belanja selalu nawar, ya. Misal: belanja di pasar, pedagang keliling, dll. Saya dan suami pun tidak akan menawar harga selama harga yang diberikan masih dalam batas wajar.

Ayo belajar melihat sisi lain dari sebuah harga. Bisa jadi itu adalah mata pencaharian satu-satunya si pedagang. Dengan membeli dagangannya meskipun tidak setiap hari, siapa yang menyangka ternyata kehadiran kita dapat membantunya mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Be smart 😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *