Ada Masanya

Beberapa tahun terakhir ini, saya sering mengikuti perkembangan pertandingan olahraga bulu tangkis. Ya, meski tidak sepenuhnya hafal siapa nama-nama pemainnya. Ruang lingkup saya sebatas pemain Indonesia. Untuk pemain luar negeri patokannya hanya wajah. Hihihihi ….

Dalam pertandingan apa pun, setiap pesertanya tentu berharap menjadi juara. Termasuk cabor bulu tangkis. Namun, apakah mungkin seluruh pertandingan mulai dari ganda campuran, ganda putra/putri, tunggal putra/putri dimenangkan oleh satu negara? Kemungkinan itu ada, tapi presentasenya tentu tipis. Ya, bak selembar tisu dibagi dua. Karena, semua negara juga memiliki harapan yang sama. Makanya semua peserta bermain dengan sungguh-sungguh. Berharap menjadi juara, bahkan memborong semua medali emasnya.

Apakah teman-teman pernah mendengar kalimat ini sebelumnya? “Manusia boleh berencana, tapi Tuhan juga yang menentukan?”

Kurang lebih demikian gambaran akhir dalam setiap pertandingan apa pun di seluruh belahan dunia. Termasuk bulu tangkis. Akan ada yang menang dan ada yang kalah. Ada kalanya 80% mendominasi, tapi ada masanya juga hanya 10% bahkan nihil. Karena, kembali lagi bahwa Tuhan yang punya kuasa. Tuhan juga yang pada akhirnya menakdirkan siapa juaranya.

Jadi, jika mendapati atlet Indonesia pulang tanpa membawa medali, bahkan kalah dibabak 16 besar atau saat hari pertama bertanding, sebagai pentonton alangkah lebih baiknya tidak mengeluarkan ucapan-ucapan yang menyayat hati. Tak usahlah berkomentar yang menyudurkan.

Jika tidak dapat mengucapkan kalimat yang baik, maka lebih baik diam. Simpan energi dan jangan dibuang percuma begitu saja. Kita tidak tahu apa yang mereka hadapi di lapangan. Segala sesuatunya dapat terjadi.

Ketika mereka sedang berada di atas kepopuleran, hampir semua penonton mengelu-elukan. Pun ketika mereka sedang berjuang bangkit dari keterpurukan seharusnya penonton tetap memberikan dorongan, amunisi, agar atlet mampu berdiri melawan kekalahan. Karena, pendukung yang baik adalah yang selalu berdiri di sisi idolanya saat senang atau susah.

Dalam dunia apa pun, kekalahan adalah sesuatu yang lumrah. Ya, karena selama dunia belum kiamat maka roda dunia akan terus berputar. Kadang di atas dan mungkin esok tiba-tiba di bawah.

Selamat bertanding seluruh atlet Indonesia 💖

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *