Beruban

Saya yakin bahwa orang yang beruban belum tentu sudah tua. Dan, orang yang sudah tua pun belum tentu rambutnya beruban. Bukan karena disemir ya. Hihihihi….

Saat duduk di bangku SMA, ada seorang teman sekolah yang ternyata sudah beruban. Masih ada, sih warna hitamnya tapi yang mencolok adalah ubannya. Jujur saya merasa aneh. Karena, sepemahaman saya yang beruban adalah yang sudah tua. Ternyata tidak juga ya. Apakah ada yang sepemikiran?

Berbicara mengenai uban, apakah ada yang tahu kenapa rambut menjadi beruban?

Saya mengutip buku ‘Widya Wiyata Pertama’ seri ‘Tubuh Kita’ hal 12-13, mengenai rambut. Jadi rambut tampak hitam jika berisi banyak melanin pigmen. Sementara, jika tidak mendapat melanin, rambut berwarna putih.
Sifat rambut setiap orang ditentukan oleh informasi genetik yang didapat dari orangtuanya. Meskipun sifat itu tidak nampak pada kedua orangtua, namun warna rambut, beruban, atau kebotakan, semuanya bersifat turunan.

Kesimpulan saya, bisa jadi teman sekolah saya itu memiliki garis keturunan yang beruban ketika masih usia muda.

Lalu, bagaimana perasaannya ya saat pertama kali mendapati uban ada di kepalanya di usia muda?

Kalau saya pribadi pasti terkejut tiada henti sampai waktu lama, dan malu tentunya. Apalagi di tahun 2002 kala itu, untuk anak muda atau sekolahan yang sudah beruban rasanya seperti aib. Berbeda di tahun 2020 sekarang yang memang biasa saja untuk rambut beruban. Bahkan banyak yang dijadikan trend. Berbondong-bondong mengecatnya menjadi warna putih.

Eh iya, uban itu sebenarnya warnanya putih atau abu-abu? Hihihi… Kalau menurut saya, jika kadarnya masih sedikit, maka akan cenderung terlihat abu-abu. Tapi, kalau sudah dominan akan terlihat real white. Bener ngga, sih? Atau hanya persepsi saya saja? Hihihi… Pendapat boleh berbeda-beda, ya.

Moms, sudah beruban belum rambutnya? Sudah dicek? Maksudnya ceknya sampai detail gitu. Hihihi… Jadi, saya tuh awalnya tahu kalau sudah beruban ketika sedang menyisir dan pas banget rambut yang rontok itu ternyata berwarna putih. Ngga terlalu diambil hati. Karena hanya sehelai. Tapi, ternyata banyak yang balum saya lihat 😅 alias ngga terlihat. Dan, jujur saja saat itu saya kaget dan ngga percaya ternyata sudah sebanyak itu.

Hihhihihi… waktu tidak bisa dilawan. Jika sudah waktunya beruban tentu akan kejadian. Dicat warna hitam pun pasti akan pudar lama-kelamaan. Dan, lagipula dalam agama saya (islam) pun dilarang. Jadi, dinikmati dan dihadapi saja, ya. Yang penting jangan lupa tetap dirawat.

Jangan lupa diperiksa rambutnya, ya moms. Hihihihi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *