Dulu, ketika saya masih kecil, saya pernah berucap dalam hati, “Duh kapan puasa ini selesai?” karena saya begitu mudahnya tergoda ketika lapar dan haus. Bahkan mungkin jika melihat minyak goreng di kulkas bisa-bisa saya tergoda untuk meminumnya. Terlebih jika di siang bolong yang terik. Perjalanan rasanya panjanggg dan melelahkan. Ingin cepat sampai di hari raya nan fitri.
Tapi, seiring bertambahnya usia dan ilmu agama yang saya miliki, kali ini godaannya bergeser. Godaan terbesar saya di bulan puasa adalah menahan nafsu pandangan dari hidangan makanan yang dijajakan. Menahan diri agar tidak jajan berlebihan. Saat perut dalam kondisi kosong, otak terpicu berfikir bahwa makan apa saja pasti habis. Padahal, kenyataannya berbanding jauh. Baru makan beberapa saja sudah kenyang. Jangankan menghabiskan jajanan yang dibeli, nasi dan masakan yang tadi sudah dimasak pun bisa-bisa tidak termakan. Biasanya itu terjadi karena terlalu banyak minum. Tenggorokan seperti masih kering dan selalu ingin dibasahi.
Jika sudah kekenyangan, dan makanan tersisa banyak, mau tidak mau pasti akan dibuang. Berbeda cerita jika masih bisa dihangatkan lagi. Tapi, kan tentunya tidak baik juga jika sering-sering dihangatkan. Jika sudah dihangatkan dan masih tak habis juga, ya pasti dibuang. Astaghfirulloh…
Ada sebuah survei (entah namanya apa saya lupa) pada beberapa tahun lalu yang menyatakan bahwa jumlah sampah semakin meningkat di bulan puasa. Yang paling besar adalah sampah sisa makanan. Yang artinya sampah-sampah itu pasti berasal dari pembelian makanan untuk berbuka atau sahur yang berlebih. Karena tidak habis jadi dibuang.
Kalau di kampung saya, sisa makanan bisa diberikan untuk ayam, dan bebek. Jadi tidak terbuang percuma juga (itu yang dilakukan ibu saya hihihi). Sementara di kota bagaimana? Jika tidak punya binatang ternak ya mau tidak mau di buang. Kuncing pun mau makan yang sejenis ikan. Bisa sih makan nasi, tapi jika tidak ada menu lain yang membuatnya untuk datang lalu makan, apa iya nasi itu akan cepat habis?
Itulah yang namanya mubazir. Berawal dari nafsu mata. Yang berujung dibuang sia-sia. Sedih rasanya. Karena, begitu banyak saudara kita yang masih makan seadanya dan bahkan terus berpuasa hingga esok harinya.
Mari sama-sama kita berbenah diri. Jajan sewajarnya. Istighfar sebanyak-banyaknya jika godaan mulai datang menyapa.
Jangan sampai hal ini menjadi dosa yang memberatkan kita untuk masuk surga. Naudzubilah…
Selamat berpuasa…