Mendengar berita ada kenaikan tarif untuk pesawat, sebagai anak rantau jujur saja pada awalnya saya tak ambil pusing. Ah paling cuma naik sedikit. Tapi, begitu suami yang kroscek langsung eh ternyata kenaikannya luarrrr biasaaaa 🙁. Harga untuk beberapa bulan kedepan saja meroket tak karuan.
Biaya yang tadinya dikeluarkan bisa untuk 4 orang pulang pergi, beli oleh-oleh, dan lain-lain, tapi setelah ada kenaikan ternyata hanya cukup untuk keberangkatan. Belum lagi jika ada tambahan bagasi. Amsyoooonggg.
Meskipun saya selalu setres dan berusaha menghindari kendaraan pesawat, tapi sampai saat ini hanya pesawat lah yang bisa membuat saya dan keluarga sampai di Sulawesi lebih cepat. Masa iya naik kapal laut. Bisa-bisa lama diperjalanan. Jadi ingat jaman dulu waktu harga pesawat belum bisa dijangkau oleh kebanyakan masyarakat. Jika bapak dan ibu menuju dan dari pulau Jawa, kendaraan andalannya adalah kapal laut. Meskipun waktu yang ditempuh kurang lebih 3-4 hari. Kapal laut saat itu harganya lebih terjangkau. Ya meskipun cuaca kadang tak bersahabat. Ombak tak jarang membuat kami ketakutan. Bahkan adik saya harus muntah-muntah lantaran tak tahan. Bahkan ibu pernah cerita ada jambret. Uwow! Itu bagian dari sisi tak enaknya naik kapal laut. Tapi, ada sisi asiknya juga, kok. Ya anggap saja naik kapal pesiar. Karena bisa melihat luasnya lautan tanpa batas pepohonan, mengenal orang baru, dan jika kapal sedang sandar di kota tertentu bisa main sebentar beli jajanan. Eits, tapi ingat jangan kebablasan. Nanti malah ditinggal kapal. Hehehe….
Kembali ke topik harga pesawat. Jadi, jalan satu-satunya sebagai anak rantau agar tetap bisa pulang kampung, ya nabung! Mau besar atau kecil jumlahnya yang penting nabung. Kali-kali aja nih ada keajaiban tiba-tiba ada kebijakan baru bahwa harga tiket pesawat ada batas bawah dan atas (kurang lebih begitu lah ya istilahnya hehehe). Kan lumayan masih ada sisanya. Hihihi… Sisanya bisa untuk bayar taksi. Alhamdulillah.
Mari kita doakan bersama ya…! Karena, walau bagaimana pun, pesawat saat ini sudah melekat di hati masyarakat yang tak hanya kalangan atas. Jika ada kepentingan mendesak dan harus cepat sampai sementara jaraknya sangat jauh, maka pesawat-lah yang menjadi andalan. Ngga mungkin kan berenang melewati lautan, atau numpang di sayap burung elang 😂.
Baiklah, mari kita doakan semoga ada keajaiban. Aamiin…