Hari Berbahasa Inggris

Pelajaran yang menakutkan saat sekolah bagi saya adalah matematika dan Bahasa Inggris. Tapi, lain halnya saat pelajaran itu mudah untuk ditaklukkan. Maka seketika saya jatuh cinta 😁. Dan ketika sulit dicerna lagi, seketika itu juga saya berharap pelajarannya segera usai. Hihihi…

Tapi, diantara dua mata pelajaran itu, yang menjadi sorotan bagi saya adalah Bahasa Inggris. Muncul pertanyaan, kenapa belajar Bahasa Inggris menjadi kewajiban di sekolah? Begitu pun ketika interview pekerjaan. Sekalipun itu perusahaan lokal, tapi tetap saja harus bisa Bahasa Inggris. Dan jika tidak lancar maka akan mendapatkan nilai minus. Kenapa tidak digalakan saja para turis yang wajib belajar Bahasa Indonesia? Jadi, selama berada di Indonesia wajib bisa berbahasa Indonesia. Tak peduli sekalipun itu perusahaannya sendiri. Begitu pun sebaliknya ketika WNI ke luar negeri. Wajib menggunakan bahasa asing.

Masalah pun datang saat saya memiliki anak yang sedang aktif-aktifnya bertanya banyak hal, ternyata ada pertanyaan yang sulit saya jawab. Yaitu ketika Naurania (naura dan rania) bertanya perihal Bahasa Inggris. Pernah ada pertanyaan yang tidak bisa saya jawab dan saya janjikan agar nanti bertanya pada ayahnya atau membuka kamus. Ternyata tidak sekali duakali. Bahkan lebih dari itu. Kan jadi malu sendiri.

Dan, di dunia yang sekarang sudah super modern, ternyata hampir di sekolah manapun Bahasa Inggris menjadi pelajaran utama. Hanya hari-hari tertentu saja menggunakan Bahasa Indonesia. Pernah juga saya mendapat cerita dari seorang teman ketika sedang mendaftarkan sekolah anaknya di salah satu SD. Sebagai orangtua pun ternyata diinterview menggunakan Bahasa Inggris. Wowww!!! Semodern itukah saat ini? Apakabar saya yang Bahasa Inggrisnya blentang-blentong??

Sampai pada akhirnya saya menyadari. Mungkin inilah kenapa di sekolah harus belajar Bahasa Inggris. Agar mampu bersaing, mampu menatap ke depan yang saat ini penuh dengan tantangan. Dan, untuk memghadapi itu semua, di rumah pun ada 2 hari dalam seminggu yang menjadi hari khusus untuk keluarga kami berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Alhamdulillah-nya memiliki suami yang mensuport istri untuk tidak malu belajar, dan menempatkan diri seperti sedang sama-sama belajar.

Yang saya yakini sampai saat ini adalah, bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar apapun. Dan, benar apa kata pepatah. Bahwa tak kenal maka tak sayang. Mungkin juga lantaran saya belum masuk terlalu dalam mengenai Bahasa Inggris, makanya saya menolaknya.

#Day20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *