Baper

Jadi pedagang itu jangan baper! Iya, memang benar. Tadinya saya begitu. Sudah panjang lebar menjelaskan productnya, eh larinya malah ke pedagang lain. Bahkan, barang yang dibelinya sempat-sempatnya dipamerin ke saya. Nah, tambah baper kan? 😂😂
Hati rasanya teriris-iris (walaah), kezelllll!

Kemudian saya menelaah ilmu yang saya dapatkan. Intinya, menjadi pedagang itu harus tahan banting. Hari ini ngga jadi beli, tapi mungkin bisa jadi beberapa bulan kemudian atau tahun tiba-tiba beli cash. Kan mungkin saja si calon pembeli sedang mempersiapkan dananya. Hanya saja calon pembeli juga membutuhkan informasi product. Jadilah dia serius bertanya-tanya. Ambil positifnya saja. Mungkin dengan terbukanya jalan obrolan product, silaturahim semakin terjalin. Teman yang tadinya jauh menjadi dekat, yang tidak kenal jadi semakin kenal. Tentu info product yang telah diberikan entah itu sedikit atau banyak pasti ada yang diceritakan pada orang lain juga. Kan bukan hanya nambah teman, tapi juga ada ladang kebaikan yang ditanam. Sekaligus kita telah dibantu oleh orang lain.

Jika mengalami kejadian seperti apa yang pernah saya alami di paragraf atas, coba refleksikan pikiran kita. Ingat kejadian dulu. Pernah ngga kira-kira diri kita berbuat demikian itu? Jika iya, mungkin Allah sedang memberikan ilmu agar pengalaman bertambah seperti pedagang yang pernah kita perlakukan sama dulu.

Jadi, jauh-jauh ya dari BAPER kalau menjadi pedagang.

#Day19

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *