Untuk dapat berjalan, seorang anak tidak begitu saja langsung dapat berjalan. Tahap demi tahap semuanya dilalui. Tengkurap, duduk, merangkak, dan terjatuh untuk memulai berjalan.
Untuk dapat mencerna makanan, seorang anak mengawalinya dengan makanan halus sejak bayi.
Untuk dapat mandiri buang air kecil dan besar di toilet, selalu ada tragedi ngompol di lantai dan belum dapat membedakan pipis atau empup.
Untuk dapat berbicara dengan lancar, akan ada bahasa yang sulit dimengeti oleh siapapun kecuali ibu.
Untuk dapat mengayuh sepeda, selalu diawali dengan enggan mengayuh, mengayuh ke belakang, dan bertahap menjadi jagoan balap sepeda.
Untuk dapat mengayuh sepeda roda 2, ada perasaan takut terjatuh dan ingin seperti lainnya yang berhasil mengalahkan takutnya.
Untuk dapat berhasil membaca dan berhitung, ada kebingungan yang sulit dijelaskan namun nyatanya bisa karena terus berusaha.
Untuk dapat merasakan gulali, permen, cemilan orang dewasa, akan ada larangan ibu untuk beberapa waktu. Meski pada akhirnya ibu mengalah dan menghilangkan larangan itu sebagian.
Untuk tumbuh subur, tanaman membutuhkan kolaborasi yang pas antara pupuk, air, dan matahari.
Untuk mendapatkan yang diinginkan, terkadang seseorang memerlukan waktu cukup lama untuk mendapatkannya.
Untuk menghasilkan masakan lezat, bahkan berkali-kali garam dan gula tak bersahabat di lidah.
Berproses. Cepat ataupun lambat semuanya berproses. Hargai proses itu, dan nikmati hasilnya.