Tak Sebatas Katanya-katanya

Saat membaca judul di atas, besar kemungkinan pasti ada yang membatin bahwa tulisan ini akan membahas “soal mitos atau takhayul”. Apa pun itu namanya, kepercayaan yang tak masuk akal tak dapat dipungkiri telah mengakar dan ditularkan pada setiap garis keturunan suatu keluarga dan lingkungan. Entah siapa yang memulainya lebih dulu.

Kepercayaan yang tak masuk akal tentu tak memiliki landasan dan ilmu pasti sebagai rujukannya. Ya, sekadar katanya dan katanya.

“Jangan duduk di depan pintu, nanti jodohnya balik lagi!”
“Jangan duduk di atas bantal, nanti bisulan!”
“Jangan makan sambil tengkurap, nanti jadi ular!”
“Kalau gigi atas yang copot, dibuangnya ke bawah. Kalau yang bawah copot, dibuangnya ke atas genteng.”
Dan masih banyak lagi kalimat-kalimat tak masuk akal lainnya yang berseliweran di luar sana.

Jika ditelaah secara mendalam, sebenarnya bukan ke arah itu tujuan utamanya. Hanya saja agar keinginan si penyampai perintah cepat dilaksanakan makanya dibuatlah pernyataan yang sungguh di luar nurul. Begitu ungkapan zaman sekarang mengenai sesuatu yang tak masuk akal.

Jadi, jika duduk di depan pintu tidak ada hubungannya dengan urusan jodoh yang tidak jadi datang, melainkan akan menghalangi lalu lintas siapa saja yang keluar masuk rumah. Sejak zaman dahulu kala, jodoh tidak pernah di tangan pintu. Jodoh selamanya berada di tangan Allah.

Seseorang tidak akan pernah bisulan jika duduk di atas bantal, melainkan tidak sopan. Karena, bantal tidur fungsinya sebagai alas kepala.

Makan sambil tengkurap jadi ular? Hemmm … Apakah seperti siluman macam di sinetron laga? Bukan demikian konsepnya. Memangnya semalas apa, sih, sampai-sampai makan harus sambil tengkurap? Berbeda cerita jika hal itu terjadi pada seseorang yang memang kondisinya sakit tak tertahankan pada area punggung.
Makanlah dalam posisi duduk sempurna. Karena, mencerminkan adab yang baik. Selain itu juga bagus dari segi kesehatan.

Tidak akan pernah ada pengaruhnya jika gigi bawah yang tanggal lalu di buang di atas dan begitu sebaliknya. Gigi akan tetap tumbuh meski posisi pertumbuhannya berbeda-beda bagi setiap orang. Ada yang miring ke kanan, miring ke kiri, dan menghadap ke depan secara sempurna.

Setiap informasi yang didapatkan sebaiknya memang jangan ditelan mentah-mentah. Cobalah untuk disaring secara teliti. Apakah ada sumber pendukungnya atau sekadar katanya-katanya. Informasi tentang apa pun itu. Ya, istilah zaman sekarang jangan sampai termakan oleh hoax.

💖

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *