Film adalah salah satu jenis hiburan dalam bentuk audio visual yang telah dikenal masyarakat luas. Film ditayangkan dalam durasi pendek dan habis dalam sekali tayang. Tentu berbeda dengan drama seri atau sinetron yang bersambung dan terdiri dari beberapa episode. Film dapat dinikmati di Bioskop atau aplikasi berbayar. Selain menghibur, film juga menyematkan berbagai informasi yang dianggap mengandung nilai pendidikan, wawasan, dan sebagainya.
Film terdiri dari berbagai genre. Ada film horor, komedi, laga, fantasi, dan sebagainya. Akhir-akhir ini, masyarakat di Indonesia lebih sering dijejali suguhan film bergenre horor. Bagi pencinta horor tentu saja film berbau mistis sangat dinanti dan dinikmati. Namun, bagi si penakut tentu lebih baik berdiam diri di rumah mencari hiburan lain ketimbang enggak bisa tidur nyenyak saat malam hari. Pun tidak menutup kemungkinan ada saja yang sengaja menantang diri ingin menonton meski hati kecilnya memihak untuk mundur saja.
Film dapat dikatakan sebagai bagian dari seni. Ruang lingkup seni pun luas. Namun, sebagai pekerja seni alangkah lebih baiknya memiliki pakem atau rem agar tidak seenaknya menabrak aturan atau norma-norma yang ada. Baik itu norma agama, sosial, budaya, dan sebagainya.
Seperti yang telah terjadi belakangan ini. Adalah sebuah film bergenre horor yang memiliki judul berkaitan dengan nama dalam gerakan salat agama Islam. Bahkan menurut saya isi dari film yang digadang-gadang akan tayang dalam waktu dekat ini pun tidak jauh dari aktivitas ibadah umat Islam. Lalu, salahnya di mana?
Coba dicermati lagi secara mendalam. Islam datang di tengah-tengan masyarakat sebagai agama yang membawa ketenangan hati. Setiap ajaran Islam yang diajarkan Rasulullah tentu saja bukan memberikan rasa takut. Termasuk saat salat. Karena, tujuan melaksanakan salat selain untuk menuntaskan kewajiban juga sebagai ajang komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta. Kondisi pikiran pun fokus tanpa ada bayangan rasa takut.
Jangan menggiring masyarakat menjadi penakut usai menonton film horor. Lalu menjadikan mereka enggan salat tengah malam. Jangan dijadikan perdebatan dengan mengatakan bahwa iman penontonnya masih kurang. Poin utamanya bukan pada hal itu. Hal-hal yang sengaja dibenturkan dengan norma agama tak ada bedanya dengan sebuah olok-olok. Silakan berkreasi, tapi jangan memperlakukan segala hal yang berkaitan dengan agama Islam sebagai hal yang menakutkan dan mengerikan.
Sebenarnya bukan kali ini saja film horor mengaitkan dengan hal-hal dalam agama Islam. Silakan teman-teman mencari sendiri kira-kira apa saja film yang saya maksud.
Semoga ke depannya tidak ada lagi film horor yang membawa-bawa ajaran agama Islam, ya? Aamiin.
Saya juga berharap, semoga teman-geman semakin pintar dalam memilih hiburan yang berkualitas.
💖