Golden Garlic

Golden garlic atau biasanya saya menyebut bawang putih emas. Ya, karena warnanya memang keemasan. Sesederhana itu, ya. Hihihi…

Ngomong-ngomong, bawang putih termasuk dalam kategori umbi lapis. Begitu juga dengan bawang merah, ya. Saya pernah membaca salah satu artikel di situs online (lupa namanya apa), menjelaskan bahwa bawang putih jenisnya banyak. Salah satungnya bawang putih kating.

Selentingan yang saya dengar dari ibu-ibu saat belanja sayur, bahwa bawang putih kating dapat membuat aroma dan rasa masakan lebih nikmat. Entah karena faktor apa. Dengan kata lain lebih bagus dibandingkan bawang putih lainnya yang biasa saya beli. Tentu saja menakjubkan, dong. Sebagai seorang ibu yang kemampuan memasaknya di bawah rata-rata, alias yang dimasak itu lagi itu lagi dan rasanya pas-pasan, akhirnya saya pun tertarik untuk beralih ke bawang putih kating.

Enggak usah ditanyakan lagi, ya, pada akhirnya bagaimana aroma dan rasa masakan saya setelah memakai bawang putih kating. Hihihi …

Singkat cerita, pada suatu hari saya menemukan si golden garlic di antara gerombolan kating. Golden garlic memiliki tekstur cenderung lengket, dan lembek. Warna goldennya cantik. Saya sampai sempat dibuat berandai-andai. Seandainya goldennya tak sekadar golden. Jadi, laku dijual di toko emas gitu. Hihihihi …

Tenang tenang, golden garlicnya pun enggak saya buang kok. Ini berkat artikel yang pernah saya baca. Kurang lebih begini kesimpulannya, bahwa golden garlic insyaallah tidak berbahaya, aman digunakan sebagai bumbu olahan masakan. Dengan catatan, begitu dikupas langsung dipergunakan. Atau, jika ada penundaan maka simpan di wadah tertutup, lalu masukkan ke freezer. Hal itu agar tidak terjadi pembusukan, yang dikhawatirkan malah akan membahayakan.

Kabar bahagianya, karena aroma si golden garlic ini kuat maka dapat membuat masakan lebih nikmat. Lalu, apakah berlaku pada masakan saya?

Dan, inilah hasil rasa masakan saya. Pada intinya kesalahan bukan terdapat pada bawang putih kating, golden garlic, dan bumbu pendukung lainnya. Namun, pada kemampuan saya sendiri. Jadi, mau pakai bumbu apa pun kalau tidak cukup piawai, ya, hasilnya akan sama saja. Begitu pun sebaliknya, meski hanya menggunakan bumbu sederhana, tapi mampu memberikan takaran yang pas, insyaallah rasa masakan akan nikmatttt.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *