18 des ’19. Akhirnya keinginannya untuk mencuci peralatan makan dan minumnya tercapai. Setelah beberapa kali merengek dan selalu saya katakan nanti. Bukannya tidak mau mengajarinya. Tapi, biasalah ya ibu yang selalu memiliki list antrean pekerjaan yang ngga mungkin ditunda. Meskipun dia mengatakan mampu, tapi masa iya ngga saya awasi. Umurnya yang masih masuk dalam lingkaran balita jadi perlu pengawasan ketika berada di tempat-tempat riskan. Jadi, maksudnya nanti itu adalah ketika saya memiliki waktu untuk mengawasinya. Ketika sedang tidak terburu waktu karena harus mengerjakan ini itu. Saya yakin sebenarnya kata nanti tidak selayaknya saya ucapkan. Tapi, gimana dong moms?? Pasti pernahkan berada di posisi seperti saya?
Bahkan ketika saya sedang memasak pun, dia juga memaksa membantu. Entah itu sekedar mengaduk adonan tepung untuk tempe, mengupas bawang putih, bahkan keinginannya untuk melihat saya ketika memasukkan tempe ke penggorengan. Disitulah salah satu kesiagaan seorang ibu diperlukan. Masih harus ekstra dijaga.
Kembali ke masalah mencuci, bersih ngga sih hasil mencucinya? Tentu saja tidak. Tapi, tetap saya apresiasi. Ketika nanti dia sudah sibuk dengan mainannya, barulah saya kembali ke dapur dan mencucinya lagi. Jadi, tidak membuatnya sedih.
Bagaimana dengan aktifitas ananda di rumah moms?…