Mendekati hari raya Idul Fitri atau hari-hari besar keagamaan lainnya, beberapa orang berbagi bingkisan atau yang biasa dikenal dengan istilah parcel. Biasanya ditujukan pada rekan bisnis, karyawan, team kerja dan beberapa orang penting lainnya. Isinya beraneka ragam. Ada yang berisi kue kering, minuman ringan, peralatan ibadah, dan bahkan peralatan dapur.
Tapi, seiring berjalannya waktu, ternyata moment tersebut pelan-pelan dimanfaatkan juga oleh mereka yang berada di luar kalangan kantoran. Seperti pedagang sayur. Selama hampir 5 tahun saya tinggal di rumah sendiri, selama 5 kali juga saya mendapatkan bingkisan dari penjual sayur di depan komplek yang selama ini menjadi langganan ibu-ibu komplek dan sekitarnya. MasyaAllah. Tujuannya tentu bukan hanya ingin menjalin kedekatan dan menjaring pelanggan semakin banyak saja, tapi juga ada keiklasan yang ingin terus dipupuknya untuk menambah pahala dari-Nya di bulan puasa.
Bingkisan yang diberikan setiap tahunnya selalu berganti rupa. Pernah beberapa tahun yang lalu handuk, selimut, dan tahun ini seprei. Dan, hampir seluruh pembelinya diberikan bingkisan. Bahkan, mungkin ada orang yang baru pertama kali menjadi pembelinya juga mendapatkan bagian.
Ternyata saya mendapatkan bingkisan tak berhenti sampai disitu saja. Pedagang sayur langganan saya di pasar pun tiba-tiba memberikan saya bingkisan berupa handuk. Alhamdulillah… Meskipun mereka hanya bermodalkan kantong plastik sebagai pembungkus, tapi setidaknya ada niat baik dan ketulusan yang telah membungkus rapi bingkisan itu.
Salam super untuk pedagang sayur
🥬🥦🌽🍅🍆🥒🌶