Seperti yang sebelumnya sudah pernah saya ceritakan, bahwa Naurania (naura dan rania) adalah penggemar mie. Instingnya langsung menyala meskipun melihat dari kejauhan. Apapun yang dikerjakan langsung ditinggal demi menghampiri mie. “Aku mau mie! Aku mau mie!”.
Kalau sudah begitu, siapa yang tega menolak. Ditolak halus pun bisa ngambek. Apalagi sambil dipelototin. Bisa-bisa ngadu ke tetangga. Hihihi…
Karena mereka tidak boleh makan mie terlalu sering, dan jika tiba-tiba saya sedang ingin me time sambil makan mie, mau tidak mau saya makan sambil jongkok di dapur. Ngumpet. Dan kok dirasa-rasa jadi mirip buronan ya. Hihihi…
Beruntung jika mereka sedang asik main di kamar. Nah, saya bisa santai makan di ruang makan sambil nonton TV. Tapi, tetap deg-degan juga dan berdoa semoga mereka tidak keluar kamar sebelum mie saya habis. Bisa kacau dunia persilatan.
Tapi pernah juga sih ketika mie belum habis dan mereka menghampiri saya. Langsung saja saya alihkan perhatian dan mengajaknya ke kamar lagi. Begitu kembali ke meja makan, taraaaaa… kuahnya habis dan mienya bengkak. Mendadak mangkoknya penuh dengan mie. 😂😂 Anggap saja rejeki yang tak terduga.
Dulu, saat belum mengerti bahwa mie itu nikmat, Naura acuh saja ketika melihat saya makan mie. Dianggapnya semua mie pedas. Tapi, begitu sekali mencoba langsung nagih. Lagi lagi dan lagi.
Mie memang idola seluruh rakyat Indonesia 🍜.
#Day15