Ibu daun

Entah kekuatan apa yang ada di telapak tangannya. Mungkin magic seperti yang ada di film-film. Setiap kali melihat postingan yang dipamerkannya, lebih banyak dedaunan yang berkeliaran memenuhi lensa kamera. Siapapun yang melihatnya pasti akan berdecak kagum. Memang sangat menawan dan indah tanamannya.

Pernah suatu hari dia mendapati tanamannya yang ada di dalam ruangan kerjanya nyaris mati. Daunnya menguning. Ada sebagian yang masih menyisakan warna hijau. Tahukah apa yang dilakukannya? Seperti kepada anak, teman, dan orang-orang yang dikenalnya ketika menghadapi masalah. Daun-daun itu diajaknya bicara. Penuh hati-hati dipangkasnya daun yang telah menguning. Itu agar tidak menular pada daun yang masih hijau.

Heran? Banget. Tapi begitulah dia. Seperti ibu. Makanya, apapun jenis tanaman yang diurusnya pasti akan tampak lebih indah. Meskipun dari golongan tanaman murah yang banyak ditemui di jalanan. Pantas kan jika dia dipanggil ibu daun. Dia adalah sahabat suami saya. Tangannya telaten dalam mengurus tanaman. Bahkan problem apapun dengan mudah dia tangani.

Jika tanaman itu bisa bicara, pasti akan berkata, “alhamdulillah punya tuan rumah yang baik hati dan pintar mengurus tanaman. Sakit sedikit langsung diobati”.

Sementara saya, beli tanamannya begitu menggebu. Kebanyakan rencana A sampai Z. Tapi, giliran mengurusnya hanya di awalan saja semangatnya. Selebihnya sindrom malassss yang lebih dominan. Nanti saja. Nanti saja. Akhirnya mati tanpa sempat diobati.
😢😢

#Day2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *