Ayam goreng upin-ipin

Perkara ingin ayam goreng upin-ipin sampai membuat Naurania (naura dan rania) hanya makan beberapa suap saja.

Jadi, ceritanya anak-anak tuh terinspirasi dengan ayam goreng kesukaan si kembar botak itu. Bagaimana tidak, mulai dari pagi, siang, dan sore yang ditonton upin-ipin. Saya nih mau update informasi sebentar saja ngga bisa. Channel diganti hanya beberapa menit langsung “diteriaki”. Padahal kondisinya upin-ipin sedang iklan 😂. Jadi, keseringan informasi saya update dari berita online.

Kalau diperhatikan seksama sih ayamnya memang terlihat enak. Coklat keemasan, masih hangat, dan pasti ketika digigit langsung maknyussss. Apalagi bagian paha 🍗. Potongan ayam yang pas dan tidak merepotkan ketika anak-anak harus makan sendiri. Sampai-sampai Naura protes karena ayam yang saya suguhkan tidak seperti harapannya.

“Aku mau kayak yang di upin-ipin, bu”.
“Ngga ada, mba. Ini potongan ayamnya dicampur”.
“Biasanya di pasar ada”.

Wauuuw, ini anak ingat saja kalau di pasar bisa membeli potongan daging ayam pahanya saja. Beberapa minggu ini karena saya sedang malas ke pasar, jadi saya beli ayamnya yang frozeen dan sudah berbumbu. Eh, ternyata malah diprotes.

Oh ipin oh upin, coba deh itu gambar paha ayamnya dibikin gosong saja. Mungkin lebih baik. Jadi bikin Naurania tidak selalu berekspektasi seperti apa yang dilihat. Kan jadinya bikin repot kalau tidak sesuai. Hihihi…

Maaf ya penggemar upin-ipin. Ini sekedar celoteh seorang ibu yang kerepotan ketika anaknya susah makan. Atau mungkin lebih baik jika ada kedai yang menjual ayam goreng upin-ipin. Nah, pas kan jadinya kalau kejadiannya sama seperti hari ini. Ada penolongnya.

#Day22

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *