Nyetir

Merasa rugi ngga moms karena ngga bisa nyetir motor dan mobil? Kalau saya, sih sempat merasa seperti itu. Bahkan emosi ingin cepat buru-buru belajar. Suami pun bersedia membeli motor agar saya bisa berkendara sendiri, jika saya tetap bernyali ciut belajar mobil. Dengan catatan halaman direnov supaya motor bisa parkir, dan pagar pun dipasang. Duh…, kok jadi ribet ya.

Sementara, kendaraan di rumah sudah membuat sempit ruangan. Lagipula, mata kok rasanya kurang ada penyegarnya, ya kalau punya rumah tapi ngga ada halaman hijaunya. Meskipun hanya “secuil” dan jarang diurus juga, sih. Hihihi….

Eh, tapi bukan berarti saya ngga bisa nyetir kendaraan sama sekali, lho. Saya sudah khatam jika disuruh nyetir sepeda 😂. Hihihi. Sepeda besar dan kecil bisaaa. Ya setidaknya ada hal yang bisa dibanggakan, kan? 😎


Melihat moms tetangga yang bisa nyetir kendaraan kok rasanya enak banget, ya. Bisa kesana-kesini mandiri. Tidak selalu bergantung sama suami. Dari yang tadinya ngga bisa jadi bisa. Modalnya nekat. Tapi saya? Modal kebanyakan mikir.

Rencana semua ini ada karena Naura sebentar lagi masuk SD. Ada yang berpendapat boros jika naik ojol terus-terusan. Tapi, belum belajar nyetir saja sudah banyak pikiran macam-macam yang menghantui. Takut begini, takut begitu di jalan. Ditambah badan saya yang langsing singset ini. Hihihi… Pasti ngga kuat menahan beratnya motor 😢.

Mungkin ngga sih semua ini sudah menjadi jalan dari Allah agar saya atau moms lain yang belum bisa nyetir berbagi rejeki dengan orang lain. Misal: abang ojol, angkutan umum, atau bahkan tetangga di sekitar yang ternyata berjodoh untuk mengantarkan anak-anak ke sekolah, dan mengantarkan untuk keperluan lain. Waallah-hualam 🙏…

Dan, sampai hari ini saya masih ketar-ketir jika disinggung masalah belajar nyetir 😆.

#Day2

2 thoughts on “Nyetir

Leave a Reply to Risky Rachmawati Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *