SO7

 

“Dan, pabila esok datang kembali seperti sediakala dimana kau bisa bercanda dan…,”

Tahu kan SO7 itu singkatan dari kalimat apa? Yup. Sheila On 7. Dulu, saya bagian dari penggemar yang lumayan menggandrunginya. Hanya saja karena tidak cukup uang untuk membeli printilan SO7, jadi ya cuma bisa membeli yang semampunya saja. Saya menyisihkan sebagian uang jajan sekolah. Bahkan pernah seluruhnya. Sampai-sampai rela ngga jajan di sekolah. Hiks…

Ingatan saya kembali kemasa lalu ketika salah satu stasiun tv menayangkan konser sheila on 7 di tahun 2018 ini. Dari beberapa personilnya, tentu Duta yang menjadi idola saya. Jika sekarang disuruh menyanyikan lagu-lagunya, menyebutkan judul lagunya, albumnya, jujur saja ingatan itu sudah pudar dengan sendirinya seiring dengan kesedihan saya kala itu ketika mengetahui Duta menikahi mba Adel. Mungkin lebih tepatnya bisa dikatakan protes karena patah hati. Ditambah aktifitas saya sebagai pelajar yang harus fokus dengan nilai kelulusan yang memuaskan. Penggemar macam apa ya saya ini. Hihihihi… Tapi, tenang saja. Saya tetap menyukai setiap hentakan irama dan lirik dari bait demi bait album-album mereka. Terlebih Duta sebagai pentolan band tersebut tetap memiliki citra positif di mata penggemar.

Jika teman-teman penggemar SO7 sibuk mengumpulkan pernak-perniknya, berbeda dengan saya. Saya ingin menjalin kedekatan dengan cara yang berbeda. Adalah ketika tiba saatnya jam praktek komputer, maka saya dan teman se-genk saya yang akan menjadi penghuni terakhir lab. komputer. Apalagi jika bukan karena ajimumpung ada internet gratis. Jaman dulu HP masih menjadi barang mewah untuk dimiliki, dan dilarang keras dibawa ke sekolah. Jika sampai ketahuan, bisa-bisa disita dan orangtua mendapatkan surat panggilan. Makanya, begitu dihadapkan dengan komputer yang memiliki fasilitas internet gratis, moment itu tidak bisa dilewatkan begitu saja. Modal alasan belajar rumus, maka harus pintar mengendalikan mouse agar tidak terlihat apa yang dibuka. Eits, tenang saja, bukan gambar atau film yang tidak senonoh yang kita lihat kala itu. Paling-paling chatting, sinopsis film yang sedang update, game, dan saya selalu membuka email disela-selanya. Saat itu, saya masih menggunakan email produksi plasa.com.

Nah, dari email itu lah saya bisa berkomunikasi dengan sheila on 7. Tanpa peduli apakah yang menjawab sheila langsung atau adminnya 😀 Meskipun demikian hati rasanya berbunga-bunga. Banyak hal saya ceritakan melalui email itu. Mulai dari masalah sekolah, ujian, teman, dan rasa suka saya terhadap sheila.

Lebih ekstrim lagi adalah saat jauh sebelum saya mengenal email. Saya begitu ambisius ingin bertemu sheila melalui sebuah acara tv yang saat itu sedang happening (saya lupa namanya apa). Syaratnya adalah harus mengirimkan surat ke tv tersebut dan menjelaskan seberapa nge-fansnya saya terdapat si idola. Ya namanya juga saingannya jutaan. Pasti surat saya terjepit, terselip, atau mungkin terjatuh 😀😀. Ya namanya juga berusaha. Meskipun berjumpaan itu tak kunjung ada.
Yakinlah, saling mendoakan itu jauh lebih baik daripada memaksakan bertemu idola dan mengorbankan hal lain atau mencari jalan pintas (pikir sendiri kira-kira jalan pintas apa yang sering terlintas dipikiran kamu ketika ngebet pengen ketemu idola).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *