“Tadi bapak lupa ngga kasih uang. Jadi, kita makan aja, ya?” Perempuan itu berlutut sambil membujuk anak perempuan yang berdiri di hadapannya. Kira-kira usianya 4 tahun. Saya yakin bahwa dia adalah anaknya. Sayup-sayup saya mendengar percakapan mereka yang masih berada di dekat balkon lantai 2. Mata si anak yang rambutnya dikuncir satu itu masih tertuju ke arena permainan di lantai dasar. Sepertinya si anak merengek agar diperbolehkan bermain di tempat permainan. Hanya saja ibunya terkendala masalah uang yang tidak cukup. […]
Continue Reading