Titik Terendah

Dalam menempuh perjalanan ke suatu tempat, tentu jalanan yang harus dilalui tidak selalu mulus. Sesekali muncul hambatan. Entah itu karena lubang besar, jalanan yang tidak rata lantaran tergerus air, jalanan bergelombang, jalanan berlumpur, dan berbagai hambatan lainnya.

Begitu pula dalam menjalani kehidupan ini. Seperti istilah yang sering berseliweran, bahwa kehidupan di dunia ini tak ubahnya seperti roda yang berputar. Adakalanya di atas dan ada saatnya juga berada di bawah.

Ada di waktu-waktu tertentu rencana yang telah tersusun rapi dan dapat dikatakan cukup matang, tiba-tiba berantakan dalam hitungan jam. Langit mendadak runtuh. Semangat pun memudar.

Bukan tidak mungkin sebagai manusia yang sedang tertimpa musibah akan menganggap bahwa hidup rasanya seperti dianaktirikan. Menaruh iri pada kehidupan orang lain yang jauh lebih baik. Padahal, orang lain itu pun ternyata jauh lebih sulit kehidupannya. Hanya saja jauh lebih pandai dalam mensyukuri keadaan.

Bukankah Allah tidak akan memberikan cobaan pada hambanya melebihi batas kemampuan? Manusia hanya bisa menakar sejauh belenggu hati, pikiran, dan mata memandang. Berbagai asumsi bermunculan apakah bisa begini begitu atau tidak. Namun, sering kali manusia lupa, bahwa Allah adalah tempat meminta. Jika ragu, lalu apa bedanya dengan tidak percaya pada-Nya?

Entah sedang berada di Titik Terendah mana pun, bersyukurlah akan banyak hal yang telah Allah berikan. Baik itu kesehatan, udara yang segar, tidak memiliki utang, dan entah apa lagi yang tentu 10 jari pun tidak cukup sebagai alat hitungnya.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan,

وَاِذَا عَظُمَت المِحْنَةُ كَانَ ذَلِكَ لِلْمُؤْمِنِ الصَّالِحِ سَبَبًا لِعُلُوِّ الدَرَجَةِ وَعَظِيْمِ الاَجْرِ

“Cobaan yang semakin berat akan senantiasa menimpa seorang mukmin yang sholih untuk meninggikan derajatnya dan agar ia semakin mendapatkan ganjaran yang besar.”
(Al Istiqomah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, 2/260, Jami’ah Al Imam Muhammad bin Su’ud, cetakan pertama, 1403 H.)

Wujud rasa sayangnya Allah tidak selalu dalam bentuk kesenangan saja

Sumber info: https://rumaysho.com/678-seseorang-akan-mendapat-ujian-sebanding-kualitas-imannya.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *