Hamparan rumput hijau telah berubah warna. Pohon-pohon meranggas. Tak lagi menjadi rumah yang teduh bagi para pejuang aspal melepas lelah.
Musim kemarau menyapa Indonesia kurang lebih sejak bulan Juli ’23. Hingga sekarang memasuki awal Oktober, kemarau belum berakhir. Hujan pernah turun sejenak menyapa Kota Bekasi dan sekitarnya. Namun, ternyata belum mampu meredam suhu panas yang semakin berani. Bahkan suhunya tak tanggung-tanggung pernah mencapai angka 37°.
Selama tinggal di Indonesia, kondisi cuaca apa pun harus dihadapi. Bahkan semakin lama malah menjadi layaknya sahabat. Hi-hi-hi … pasti mau tidak mau menjadi terbiasa, kan? Meski demikian, bukan berarti membuat kita berpasrah diri.
Banyak hal yang dapat dilakukan, salah satunya merawat pohon yang tumbuh di sekitar kita. Pohon yang rindang, akan sangat bermanfaat saat musim kemarau. Namun, sekiranya terdapat bagian pohon yang menghalangi jalanan atau membahayakan masyarakat, maka sebaiknya bagian yang dimaksud dipangkas.
Merangkum dari laman www.liputan6.com, berikut ini penyebab cuaca panas di Indonesia:
- Dinamika Atmosfer tidak Biasa
Salah satu contohnya adalah terjadinya fenomena El Nino, yaitu kondisi ketika suhu permukaan laut di kawasan Pasifik menjadi lebih hangat dari biasanya. - Gerakan Semu Matahari
Gerak semu matahari ini menyebabkan terjadinya lonjakan panas di wilayah sub-kontinen Asia Selatan, kawasan Indochina, dan Asia Timur. - Pemanasan Global dan Perubahan Iklim
Dodo Gunawan menunjukkan bahwa gelombang panas akan terjadi 30 kali lebih sering akibat perubahan iklim. Masyarakat perlu mewaspadai bahwa fenomena ini bisa berdampak buruk pada kesehatan manusia, lingkungan, dan sektor ekonomi.
Maka dari itu, penting untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menerapkan kebijakan-kebijakan yang mendukung penggunaan energi terbarukan dan pola hidup yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak dari perubahan iklim. - Dominasi Monsun Australia
Menghimpun data dari BMKG, Prakiraan Musim Kemarau 2023 pada 699 ZOM di Indonesia menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami “Awal Musim Kemarau 2023” pada kisaran bulan April hingga Juni 2023 sebanyak 430 ZOM (61.52%).
Kondisinya akan diperparah oleh pengaruh El Nino yang membuat iklim kering terjadi di sebagian wilayah Indonesia. Risiko lainnya, sebagian wilayah Indonesia akan mengalami kekeringan, kebakaran hutan, dan cuaca panas yang berdampak pada kesehatan manusia dan lingkungan.
Lalu, “Puncak Musim Kemarau 2023” di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi pada bulan Juli dan Agustus 2023 sebanyak 507 ZOM (72.53%). - Intensitas Maksimum Radiasi Matahari
cuaca panas di Indonesia disebabkan oleh adanya intensitas maksimum radiasi matahari pada kondisi cuaca cerah dan kurangnya tutupan awan. Pada saat cuaca cerah, sinar matahari akan langsung masuk ke bumi dan memanaskan permukaannya.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga lingkungan dengan cara menanam pohon, mengurangi penggunaan kendaraan bermotor, dan mengurangi emisi gas rumah kaca agar dapat meminimalisir dampak dari cuaca panas yang terjadi di Indonesia.
Musim kemarau menjadi tantangan bagi kita semua agar selalu dapat menjaga kesehatan. Istilahnya sedia payung sebelum tumbang. Maka di musim kemarau ini payung yang diperlukan adalah berupa terpenuhinya asupan nutrisi tubuh secara maksimal, seperti sayur, buah, protein, dan air. Saya pun demikian. Sebaik mungkin memperhatikan kebutuhan nutrisi Naurania.
Tubuh yang sehat tentu saja membuat kita dapat dengan mudah beraktivitas. Setidaknya dapat meminimalisir absensi anak-anak sekolah yang besar kemungkinan mudah terserang berbagai macam penyakit, seperti flu dan batuk. Para pekerja dapat terus produktif di dalam pekerjaannya. Ibu rumah tangga semakin maksimal mengurus rumah dan masih banyak lagi.
Dalam laman www.p2ptm.kemkes.go.id dijelaskan bahwa kebutuhan cairan tiap orang berbeda-beda. Pada orang dewasa, konsumsi air putih yang disarankan yaitu sekitar delapan gelas berukuran 230 ml per hari atau total 2 liter. Selain dari minuman, makanan juga dapat memberikan asupan cairan pada tubuh yaitu sekitar 20%. Cairan dari makanan terutama diperoleh dari buah dan sayur, misalnya bayam dan semangka yang mengandung 90% air.
Tak hanya nutrisi di dalam tubuh yang diperhatikan. Kondisi kulit di cuaca yang menyengat ini juga harus semakin dijaga, seperti pemakaian tabir surya.
💖