Mobil-Mobilan

Mobil-mobilan adalah istilah penyebutan yang saya gunakan untuk aktivitas menyetrika. Simplenya karena gerakan saat menggunakan setrika ya mirip main mobil-mobilan. Ya, enggak?

Dari sekian banyak komentar orang-orang yang saya kenal mengenai aktivitas yang satu itu, sebagian besar memiliki jawaban serupa. Yaitu, pekerjaan yang membutuhkan tenaga ekstra dan waktu yang lapang banget. Enggak boleh, tuh diganggu. Bahkan ada yang rela meluangkan waktu di malam hari, demi membabat habis gunungan kain.

Perlu diapresiasi sih menurut saya para asisten rumah tangga atau mereka yang bekerja di laundry. Okelah enggak usah mengukur soal tingkat kelicinan pakaian, karena standarnya tiap orang beda-beda. Namun, coba lihat betapa cekatannya mereka dalam bergerak. Tubuhnya mampu bertahan dalam posisi setengah membungkuk. Setengah jam bisa berpuluh-puluh potongan baju. Nah, kalau saya setengah jam paling belum ada setengah dari perjalanannya. Itu karena dikit-dikit cek hp, minum, selonjoran dulu, dan belum lagi mata kalau sudah fokus ke TV alamat tambah lama selesainya. Hihihihi ….

Menyetrika butuh ketelatenan. Kalau enggak telaten bisa-bisa baju kering di jemuran langsung tarik dan lipat. Yang lebih sering dilakukan, sih pastinya untuk jenis pakaian yang sering dipakai di rumah, ya. Alasannya, besok juga dipakai dan pasti kusut lagi.

Kalau cuma sebatas disawang-sinawang, menyetrika itu memang telihat remeh. Ya enggak, sih? Ntar sok ntar sok, ah paling juga cuma sebentar. Eh tahu-tahu sudah menggunung dan tambah semakin lama selesainya. Hahahaha ….

Rencana tinggalah rencana. Oke, besok begitu bajunya kering langsung disetrika. Namun, apalah daya, godaan lain lebih mengena. Rebahan dulu, nonton tv, jalan-jalan, makan, dan pura-pura lupa hihihihi …

Pokoknya semangat untuk ibu-ibu yang selalu diribetkan dengan dunia persetrikaan. Dan juga tetap jaga keutuhan semangatnya untuk mereka yang sudah biasa mengerjakan pekerjaan setrika dalam hitungan menit. Enggak menit juga, sih ya. Hmm … Paling enggak mengerjakannya enggak molor-molor kayak saya.

Pada dasarnya, pekerjaan apa pun memang enggak akan kelar kalau cuma disawang. Beda cerita kalau langsung dikerjakan meski pelan-pelan.

Semangat untuk pejuang setrika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *