Cantolan

Pas lagi capek, pas lihat kasur, pasti enak banget langsung rebahan.

Pas haus, pas ada es teh manis, pasti nikmat banget langsung diteguk.

Pas buru-buru, pas ada yang antar jemput, pasti enggak bakalan telat.

Pas semua gantungan baju di belakang pintu penuh, pas lihat ada gagang pintu nganggur, hayoo apa kelanjutannya? Hihihi …

Coba diperiksa gagang pintu kamar masing-masing. Sadar atau tidak sadar, pasti akan mencantolkan apa pun itu di sana. Semisal: handuk, karet gelang, kunciran, dan sebagainya. Atau jangan-jangan cuma saya saja, nih? Hahahaha … Ya, kebiasaan keluarga saya adalah melibatkan gagang pintu perihal urusan cantol-mencantol.

Posisi mencantolkan barang di gagang pintu menjadikan saya atau anggotan keluarga mudah dalam menunjuk. Contohnya: “Dek. Tolong ambilkan kunciran Ibu di cantolan!”
“Bu. Kerudung Adik yang di cantolan mana?”

Sesimpel itu. Meski memang akan merusak pemandangan. Hihihihihi …

Saya juga lupa kapan tepatnya kebiasaan itu dimulai. Intinya enggak mau ribet dan enggak pusing memikirkan bahwa keindahan rumah akan rusak. Selama tidak ada tamu, ya, menurut saya tidak masalah. Namun, jika ada tamu memang sebaiknya dihindari dulu.

Coba ceritakan versi kamu …