Ada Salju Di Bekasi ⛄⛄

Alhamdulillah, suami dapat rejeki undangan pembukaan Snow Word-nya Trans Studio terbaru di Juanda Bekasi. Jadi, undangannya bertepatan pada hari minggu tanggal 24 maret 2019. Pada saat itu semuanya freeeeeee. Kebanyakan yang diundang seperti kliennya Trans. Jadi, sekalian deh banyak yang memboyong keluarganya untuk menikmati sensasi liburan salju di kota Bekasi. Hihihi… Kebayang kan selama ini kota Bekasi selalu diintimidasi karena letaknya yang jauh dari pusat kota Jakarta. Eh, ternyata ada tempat wisata yang malah disinggahi mereka yang rumahnya dari Bintaro, dan tengah kota Jakarta. Tentunya penuh perjuangan untuk sampai. Belum lagi harus menembus kemacetan.

Letak Trans Studio Juanda tidak jauh dari terminal Bekasi dan Stasiun Bekasi Timur. Lebih enak, sih keluarnya di tol Bekasi Timur lalu belok kiri. Setelah melewati perempatan lampu merah tinggal luruuuuus lalu belok kiri begitu ada pertigaan lampu merah. Selanjutnya tinggal mengikuti arah jalan. Posisinya ada di sebelah kiri. Hmmm, biar lebih gampang langsung gunakan Maps ya. Hihihi…

Lalu, persiapan apa saja yang harus dibawa ketika akan bermain salju?

1. Jaket tebal. Usahakan membawa jaket yang anti air. Karena disana ada sensasi hujan salju.
2. Membawa baju ganti jika datang bersama anak-anak. Karena, dikhawatirkan jika hanya memakai sweater akan basah kuyup.
3. Sebelum bermain usahakan isi perut terlebih dahulu. Eits, jangan sampai kekeyangan ya. Yang penting perut terisi. Takut masuk angin. Hihihi…
4. Tidak perlu membawa tas yang terlalu berat. Karena akan membuat repot saat bermain.

Soal fasilitas tak perlu risau. Karena ada sepatu boot, kaos kaki, dan timer yang akan dipinjamkan (kaos kakinya tentu tidak perlu dikembalikan ya. Hihihi..). Kenapa ada timer? Ya, karena batas max bermainnya adalah 2 jam. Nanti akan ada tanda merah menyala pada timer yang dipakai seperti jam tangan jika waktunya habis. Waktu itu sih saya dan keluarga memutuskan keluar setelah 1.5 jam bermain. Jadi, belum sampai tanda merah menyala kami sudah keluar. Apalagi jika bukan karena laparrrr…

Mulai dari proses peminjaman sepatu sampai pengembalian sepatu loketnya terpisah. Jadi, tidak perlu khawatir salah. Tapi, harus tetap rapi dalam antrean, ya. Masa kalah sama bebek. Hihihi…

Sesampainya di dalam, ada ruang tunggu yang terdiri dari beberapa meja dan bangku. Mungkin jika sudah lelah sementara anak- anak masih senang bermain, jadi bisa menunggu di tempat yang disediakan. Letaknya di pinggir dekat jalur keluar masuk menuju area salju. Tersedia juga beberapa cafe yang menjual minuman hangat dan makanan ringan. Jadi, tidak perlu khawatir kan jika tiba-tiba merasa kedinginan dan membutuhkan minuman hangat, atau lapar sementara masih ingin bermain lagi.

Bagi yang suka selfie, ada spot foto yang disediakan untuk para pengunjung. Nantinya foto dapat ditebus begitu selesai bermain. Harganya pun bervariasi tergantung jenis cetakan dan covernya. Saat bermain di area wahana pun ada paparazi yang siap sedia membidik action kita. Jadi, pada saat menebus foto pilihannya banyak. Tidak usah khawatir jika ingin mendapatkan semuanya. Karena nantinya akan diberikan kartu yang dapat mengunduh foto-foto tersebut diaplikasi yang disediakan.

Terdapat beberapa wahana bermain yang disediakan di Snow World. Adalah kereta gantung, ski, dan ban prosotan (entah istilah tepatnya apa). Jika ingin menikmatinya maka harus rela antre. Karena semua yang hadir ingin merasakan sensasi wahana bermain di tengah salju. Saat itu Naurania (naura dan rania) dan ayah berani menikmati ban prosotan. Secara bergantian ayah menemani mereka. Lalu, kemana saya? Hihihi nyali saya ciut. Tapi, setelah sekian detik saya pikirkan, akhirnya saya putuskan untuk memberanikan diri naik kereta gantung. Meskipun hanya 1 wahana yang saya naiki, setidaknya saya memiliki cerita 1 dari 3 wahana yang ada. Kan nggak lucu kalau saya jadi bahan candaan begitu sampai di rumah. Lalu, bagaimana rasanya ketika naik kereka gantungnya? Sebagai manusia yang takut ketinggian, saya berusaha tidak menunjukkan hal itu di depan Rania. Ya, 1 kereta hanya bisa dinaiki 2 penumpang. Kaki pun difungsikan sebagai pengunci pegangan sekaligus digunakan sebagai pengaman. Jadi, saya berpasangan dengan Rania, sementara ayah dengan Naura. Rute awalnya dibikin menanjak. Semua masih baik-baik saja. Tapi, begitu sampai bagian menurun, rasanya ingin cepat-cepat sampai. Sungguh tidak tahan dengan keadaan seperti itu. Plus keretanya sedikit bergoyang.

Jadi, bagaimana? Penasaran nggak mau main salju di Trans Studi Snow World Bekasi? Pembelian tiket bisa dilakukan secara online. Jadi, kita bisa memilih jam berapa akan bermain. Seruuu lhoooo….

Kisaran harga kurang lebih Rp.200.000,- untuk weekday dan Rp.275.000,- untuk weekend. Semoga tidak ada penambahan ya. Hehehe…

Selamat berwisata 😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *