Hayooo siapa yang kalau disuruh tidur siang susahnya kebangetan??
Jaman saya SD, ibu sangat disiplin menyangkut tidur siang. Tiba waktunya tidur siang sementara saya masih main, dimana pun keberadaan saya pasti diketahui ibu.
Ketika itu, saya ikut teman-teman ke pekarangan tetangga yang terdapat pohon jambu air. Tugas saya adalah menunggu di bawah bersama 1 teman lagi untuk memungut jambu-jambu yang berhasil dipetik. Sementara ada 1 teman lainnya yang handal soal memanjat. Tiba-tiba teman saya yang berdiri menghadap saya berseloroh, “Sampeyan pasti dikon muleh meringene (kamu setelah ini pasti disuruh pulang)”. Saya hanya berucap dalam hati, “Sok tahu. Kayak peramal”. Ternyata ketika teman saya berbicara, ibu sedang menuju ke arah kami. Pantas saja dia tahu 😂.
Cukup dengan tatapan tajam penuh arti, tanpa mengelak saya pun bergegas pulang. Meskipun saya masih sangat ingin maiiiin. Iri melihat teman-teman pada saat itu bisa bermain bebas tanpa disuruh pulang untuk sekedar tidur siang. Saya merasa jadi anak yang berbeda.
Lalu, apakah saya tidur siang? Jadi, setelah saya mencuci kaki dan masuk kamar, mata saya memang terpejam. Salahnya ibu juga, sih kenapa tidak menemani saya tidur. Kalau pun dicek paling hanya sekali, dan sekitar 15 menit setelah saya masuk kamar. Jadi, ya saya pura-pura tidur. Di kamar saya justru main wayang orang menggunakan batang lidi sapu. Tidak ada sketsa gambar wajah. Hanya batang lidi yang dipatahkan lalu bermain peran. Sekiranya sudah cukup lama, saya memutuskan untuk keluar kamar. Sebelum keluar, kedua kelopak mata saya olesi ludah (tipis kok ludahnya 😆) hahaha. Sedikit pun saya tidak terpikir bahwa itu perbuatan jorok. Hahaha… Entah pada saat itu ibu menaruh curiga atau tidak. Kata-kata ibu yang saya ingat pada saat itu adalah, “Sampeyan dikongkon turu kok angel men. Mbok yo ibuk dikongkon turu. Yo seneng iki (kamu disuruh tidur kok susah banget. Coba ibu yang disuruh tidur pasti senang sekali)”.
Pokoknya, hal yang sulit saya lakukan adalah menuruti perintah ibu untuk tidur siang. Dalam seminggu bisa dihitung berapa kali saya tidur. Paling kalau saya dalam kondisi capek barulah mudah untuk tidur.
Dan, sekarang ketika sudah menjadi ibu rumah tangga dan memiliki anak, ternyata tidur siang memang berharga. Tak jarang Naurania (naura dan rania) memaksa saya bangun sementara saya masih ngantukkkk. Itu karena mereka sudah puas tidur dan butuh saya untuk menemani bermain. Duh, ternyata ya jawaban dari perkataan ibu pada saat itu.
Wahai saudara, tidur siang memang penting. Supaya ngga pusing dan pening. Anak-anak dan orangtua sama saja. Sama-sama butuh tidur siang. Alhamdulillah, karena banyak membaca mengenai manfaat tidur siang, begitu memiliki anak langsung saya terapkan.
Selamat tidur siang 😴😴
#Day5