Pilihan


Sebentar lagi di tanah air Indonesia ini akan menggelar pesta demokrasi. Adalah pemilihan presiden. Wara-wiri di sosial media dan TV menghadirkan opini positif dan negatif mengenai calon. Pro dan kontra sudah menjadi santapan dan seperti hal yang biasa.
Saya mendadak mumet jika melihat perdebatan mengenai pemilu. Yang katanya paslon ini begini, paslon itu begitu. Ah entahlah. Semuanya merasa paling benar.

Semakin mumet lagi jika perdebatan menimbulkan pertengkaran berbuntut panjang. Masalahnya yang berkonflik bukan team kampanye itu sendiri. Adalah rakyat biasa yang menyantap rumor mentah-mentah tanpa disaring. Duh, kok miris, ya. Sampai main sindir di sosmed, kalau bertemu sekedar senyum kecut, dan pokoknya pilihannya dirasa paling benar 😂😂.

Lucu bin ajaib. Itulah yang terjadi di tanah air tercinta ini. Rasanya mau saya guyur air saja biar cepet sadar. Jangan sampai hubungan pertetanggan, persaudaraan, apalagi suami istri jadi renggang hanya karena perbedaan pilihan. Memangnya kalau sampai yang didukung menang bisa menjembatani mu ke syurga (cieee omongannya surga)?

Bagi saya, selama bukan team kampanye, dan hanya berperan sebagai rakyat yang menerima informasi, menyangkut pilihan biarlah menjadi rahasia. Cukuplah saya, kamu, atau anda dan Allah Maha Esa yang mengetahui rahasia itu. Meskipun suami sendiri, jangan sampai tahu. Ya kan namanya pemilu, jadi harus rahasia.

🤐

#Day3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *